Kegiatan Rutin Bulanan, MABMI KBB Gelar Kajian Budaya

  • Bagikan

Pangkalpinang,  SuaraBabelNews.Com,-

Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (MABMI KBB) menyelenggarakan kajian Budaya. Selasa 07/02/2023

Kajian Budaya  merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap bulannya, bertepatan di pertengahan bulan dan suasana bulan Purnama.

Kegiatan Kajian budaya ini dilaksanakan senin (06/02) pukul 20.00 WIB di Saung Budaya, Gang Sepaham Kel. Bukit Betung, Sungailiat, Bangka. Mengambil tema Melayu Rahmatan Lil Alamin.

Hal ini menjadi semakin seru untuk dibahas dan dikaji, memang luarbiasa.

Kenapa tidak mengambil Tema islam rahmatan lil alamin atau tema yang lainnya, kata para sahabat MABMI.

Pertanyaan inipun sontak dijawab oleh ketua MABMI KBB Dato H. Marwan Allah ja’fari S. Ag

Seorang Penganut agama Islam adalah pasti seorang muslim yang rahmatan lil alamin. seperti yang tertara dalam al-quran, Islam adalah agama Rahmatan lil’alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah Wama arsalnaka illa rahmatan lil’alamin (QS.Al Anbiya:107)” kami tidak mengutus engkau Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam”, sehingga akan dirasakan sekali indahnya hidup bersama islam, bahagianya hidup secara islam, dan syukurnya menjadi orang islam.

Tetapi pertanyaannya, kalau agama yang dianut, sudah rahmatn lil alamin, nabinya yang membawa risalah Nabi Muhammad sudah mentauladani menjadi nabi rahmatan Lilalamin, lalu kenapa kita umatnya nabi Muhammad, dan kita orang islam tidak menjadi bagian yang melaksanakan umat rahmatan lil alamin. Masih ada diantara kita yang hidupnya sehari hari hanya memikirkan dirinya, keluarganya, kelompoknya, bahkan partainya sendiri, sehingga dirasakan tidak membawa manfaat yang banyak untuk orang lain. Bahkan yang lebih menyakitkan, menyedihkan, kita lebih banyak menyakiti, menzholimi, mengecewakan, mengunjing, memfitnah dan bahkan menghinakan serta memusuhi orang lain.

Jangan kan dengan orang yang berbeda agama, dengan orang yang saudara dalam keimanan saja kita sudah berbuat aniaya. Pada hal Kata Nabi,khoirunnas anfa’uhum linnas, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”.

Dan Dalam al-quran, Allah berfirman” Innamal-mu`minuna ikhwatun fa aslihu baina akhawaikum wattaqullaaha la’allakum tur-hamun. (QS. Al-Hujurat:10)

Artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati. (QS. Al-Hujurat:10). Maka siapun kita, dari mana asal kita, apapun jabatan kita, seharusnya adalah wajib, alias fardu ain untuk menjadi orang yang rahmatan lil alamin.

Apakah lagi kita orang yang dilahirkan atau tinggal di negeri rumpun Melayu. Yang merupakan memiliki Adat dan budaya sendiri. Tatanan yang dipegang erat sebagai dasar hubungan adat dan agama adalah ungkapan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (adat bersendi syariat dan syariat bersendi kitab Allah SWT).Maka Melayu adalah identik dengan islam itu sendiri. Kata Dato H. Marwan Allah ja’fari S.Ag selalu ketua MABMI KBB (Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Kep. Bangka Belitung) .

Dalam kegiatan, Ketua MABMII KBB didampingi oleh Kabiro Dakwah dan Agama MABMI KBB, Dato H. Suhardan, S. Sos, S. Kom atau Cikdan, selaku Moderator, juga ketua pelaksana kegiatan bersama hadirin para pengurus MABMI lainnya, Ormas Generasi Muda Mathla’ul Anwar Babel, Relawan GARIS Bangka, LAN Kel. Kenanga, PW DMI Babel, Pemuka Agama PA Bangka, Majelis Taklim ibu ibu dan Bapak bapak Desa Deniang, Riau Silip.

H. Marwan pun menambahkan:

Zaman sekarng Islam dianggap agama yg menakutkan, horor, kacau, selalu dicurigai bikin ulah. Lalu Siapa yang salah dengan presepsi yg terjadi saat ni.

Kita orang melayu adalah identik dgn islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sangat menjunjung tinggi Islam, atau menjadi kelompok, bahkan atas nama pribadi Rahmatan lil alamin,dengan menjaga akhlak yang mulia. Berdakwah dengan kelemahlembutan, kasih sayang, membahagiakan, membuat orang lain, bahkan musuhnya, musuh agama menjadi selamat dan menyelamatkan, hingga terbukti akhirnya para umat penganut agama diluar islam, yahudi dan suku bani quraisi waktu itu sangat tertarik untuk masuk islam.

Orang islam, orang melayu tetap menjadi rahmatn lil alamin, Rahmat adalah kasih sayang, kelembutan, keselamatan, kebaikan, keberuntungan.Rahmat ini diberikan ke seluruh alam,mahluk ciptaan allah. Maka Agama islam dan kita orang Melayu yg Rahmatan lil alamin, harus menjadi pedoman buat kehidupan kita yang abadi.Konsep Islam, Melayu, harus memberikan kasih sayang,memberikan Kelembutan,memberikan Keselamatan dan Menampilkan akhlak yg agung. Maka akan la mungkin islam dan Melayu akan diberikan kejayaan oleh Allah, seperti Allah memberikan kejayaan islam dimasa rasulullah, sahabat dan umatnya yang waktu itu berjuang, berdakwah dengan mengedepankan konsep rahman lil alamin. Tutupnya

(Cikdan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *