Pangkalpinang

Alur Sungai Dangkal, Nelayan Pangkalpinang Terancam: HNSI Desak Solusi Cepat

261
×

Alur Sungai Dangkal, Nelayan Pangkalpinang Terancam: HNSI Desak Solusi Cepat

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com

Masalah pendangkalan atau sedimentasi di sejumlah alur sungai di wilayah Kota Pangkalpinang kini menjadi perhatian serius dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pangkalpinang. Kondisi ini dinilai kian memprihatinkan dan berdampak langsung pada produktivitas serta keselamatan para nelayan yang ada di kota pangkal pinang.

Ketua HNSI Kota Pangkalpinang Asnam Basuri menyatakan bahwa sedimentasi yang terjadi di alur yang sungai yang di lewati keluar-masuk kapal nelayan membuat akses transportasi laut menjadi sangat terbatas. Para nelayan terpaksa harus menunggu waktu pasang air laut tinggi hanya untuk bisa melaut atau kembali ke dermaga guna membongkar hasil tangkapan.

“Masalah sedimentasi ini bukan perkara sepele. Selain menghambat waktu operasional nelayan,kondisi alur yang dangkal juga berisiko merusak lambung kapal dan mesin jika kandas. Kami meminta pemerintah daerah memberikan perhatian ekstra dan solusi jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Asnam,titik terparah berada di sepanjang sungai rangkui yang menjadi urat nadi aktivitas di sektor perikanan di kota Pangkalpinang. Penumpukan material lumpur dan sampah yang terus meningkat setiap tahunnya membuat untuk di lakukan pendalaman alur sungai yang menjadi kebutuhan nelayan yang tidak bisa ditunda lagi.

Pihaknya berharap adanya koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Pangkalpinang,Pemerintah Provinsi,Pemerintah Pusat dan instansi terkait untuk segera melakukan pendalaman secara berkala.

“Nelayan kita sudah cukup kesulitan dengan biaya logistik dan cuaca yang tidak menentu. Jangan sampai ditambah lagi dengan kendala infrastruktur alur sungai yang tidak memadai. Kami berharap aksi nyata segera dilakukan demi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan nelayan pesisir,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan,HNSI berharap adanya perhatian serius pihak legislatif dan eksekutif untuk mendorong percepatan normalisasi pendalaman alur sungai rangkui demi kelancaran aktivitas kapal nelayan di kota pangkal pinang provinsi Bangka Belitung. (red)