Pangkalpinang, Suarababelnews.com –
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang merilis Berita Resmi Statistik (BRS) terkait perkembangan inflasi Kota Pangkalpinang pada September 2026, Kamis 1 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil rilis BPS, Kota Pangkalpinang mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,44 persen pada September 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara itu, inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Kota Pangkalpinang tercatat sebesar 3,96 persen. Angka tersebut juga menjadi tingkat inflasi tahunan terendah dibandingkan daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan data yang disampaikan dalam rilis.
Perkembangan inflasi tersebut mencerminkan perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat selama periode September 2026. Sejumlah komoditas turut menjadi perhatian dalam perkembangan harga di Kota Pangkalpinang, salah satunya daging ayam ras.
Harga daging ayam ras di tingkat eceran tercatat berada pada kisaran Rp49.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Komoditas tersebut menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian dalam pembahasan perkembangan inflasi di Kota Pangkalpinang.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan sejumlah faktor yang dinilai memengaruhi tingginya harga daging ayam ras. Faktor tersebut antara lain kondisi cuaca panas yang memengaruhi proses penggemukan ayam, perubahan pola konsumsi masyarakat, panjangnya rantai distribusi melalui pedagang perantara, serta ketergantungan pasokan dari kabupaten sekitar.
Selain daging ayam ras, perkembangan harga beras juga menjadi perhatian dalam pembahasan inflasi bulanan. Pemerintah Kota Pangkalpinang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Pemerintah daerah menyampaikan bahwa ketersediaan stok beras di pasaran masih dalam kondisi aman dan terkendali. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus mencegah peningkatan permintaan yang dapat memengaruhi harga.
Pemerintah Kota Pangkalpinang turut mengapresiasi BPS Kota Pangkalpinang atas konsistensinya menyediakan data statistik dan berharap sinergi antara BPS dengan pemerintah daerah terus diperkuat dalam mendukung perencanaan pembangunan.
Rilis Berita Resmi Statistik tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian data kepada publik mengenai perkembangan kondisi ekonomi daerah, sekaligus menjadi bahan informasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memahami dinamika harga di Kota Pangkalpinang. (Wind)













