Seputar UBBUniversitas Bangka Belitung

Dosen UBB Latih Guru dan Siswa SLBN Tanjungpandan Gunakan Canva dan AI untuk Pembelajaran Bahasa Inggris

5280
×

Dosen UBB Latih Guru dan Siswa SLBN Tanjungpandan Gunakan Canva dan AI untuk Pembelajaran Bahasa Inggris

Sebarkan artikel ini

Belitung, Suarababelnews.com –

Tim Dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) selama dua hari di SLB Negeri Tanjungpandan, 12-13 Agustus 2026. Kegiatan dengan judul “Aplikasi English Speaking Berbasis Teknologi Elektronik Adaptif untuk Penguatan Literasi Bahasa Inggris Anak Berkebutuhan Khusus di SLBN Tanjungpandan” ini diikuti oleh guru dan 20 siswa SLB.

Hari pertama, Rabu (12/8) difokuskan pada pelatihan guru. Acara dibuka oleh Kepala SLBN Tanjungpandan, Rhama Duniati, S.Pd, dan Ketua Tim Pengabdian, Dr. Diana Anggraeni, M.Hum dari Program Studi Sastra Inggris UBB. Dalam sambutannya, Rhama Duniati mengapresiasi kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih. Semoga guru-guru kami bisa membuat media belajar yang lebih kreatif untuk anak-anak,” ujarnya.

Secara simbolis, Dr. Diana Anggraeni menyerahkan cindera mata kepada pihak sekolah. Turut hadir anggota tim pengabdian Rizky Arif Afandi, M.A dari Prodi Sastra Inggris dan Ghiri Basuki, M.T dari Prodi Elektro.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan aplikasi Canva untuk membuat media pembelajaran audio-visual dan pemberian materi Bahasa Inggris yang dikemas khusus untuk siswa berkebutuhan khusus.Hari kedua, Kamis (13/8) kegiatan menyasar langsung kepada siswa.

Sebanyak 20 siswa dengan kategori tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna grahita mengikuti pelatihan dengan antusias.Tim pengabdian memberikan materi Bahasa Inggris melalui website pembelajaran dan presentasi Canva berbasis audio-visual.

Siswa dikenalkan kosakata, sapaan, dan percakapan sederhana menggunakan metode flashcard digital.Puncak acara adalah sesi kuis interaktif. Para siswa dengan semangat berlomba menjawab pertanyaan.

“Media seperti ini membuat anak-anak lebih fokus dan tidak cepat bosan. Mereka jadi lebih berani berbicara,” ujar salah satu guru pendamping.

Dr. Diana Anggraeni berharap, teknologi adaptif ini dapat terus digunakan guru SLBN Tanjungpandan secara berkelanjutan untuk memperkuat literasi Bahasa Inggris siswa berkebutuhan khusus. (**)