Pemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Hari Jadi ke-269, Pemkot Pangkalpinang Sampaikan Capaian Pembangunan dan Proyeksi APBD 2027

515
×

Hari Jadi ke-269, Pemkot Pangkalpinang Sampaikan Capaian Pembangunan dan Proyeksi APBD 2027

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com

Walikota Pangkalpinang Prof. Ir. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D. dan Wakil Walikota Dessy Ayutrisna, S.E., M.M. Pangkalpinang, menghadiri  Rapat Paripurna Istimewa Kesatu Masa Persidangan I Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang, Kamis 17 September 2026 yang digelar oleh DPRD Kota Pangkalpinang ,yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang yang sebelumnya diawali dengan kegiatan peringatan di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang.

Rapat dihadiri Wali Kota Pangkalpinang, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Pj. Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, pimpinan perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Setdako dan Setwan, kepala bidang, camat, lurah se-Kota Pangkalpinang, serta unsur terkait dari Sekretariat DPRD Kota Pangkalpinang.

Dalam rapat tersebut, Saparudin menyampaikan sambutan sekaligus memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Pangkalpinang. Laju pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sebesar 4,54 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2026 mencapai 81,64 dan berada dalam kategori sangat tinggi.

Pada sektor kesehatan, Pemerintah Kota Pangkalpinang mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) pada 2026 dengan tingkat perlindungan jaminan kesehatan masyarakat mencapai 99,86 persen.

Di bidang pendidikan, hasil Tes Kemampuan Akademik menempatkan jenjang SD di peringkat keenam dan SMP di peringkat kesembilan secara nasional. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga merencanakan pembangunan SMP Negeri 12 di Kecamatan Bukit Intan pada tahun depan sebagai upaya memperluas akses pendidikan.

Selain pembangunan sarana pendidikan, pemerintah daerah menyiapkan bantuan berupa seragam, perlengkapan sekolah, buku tulis, dan beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Pada sektor lingkungan, Pemkot Pangkalpinang telah meresmikan fasilitas pengolahan sampah TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Kacang Pedang, Kecamatan Gabek. Pemerintah juga merencanakan penambahan unit pengelolaan sampah untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Sementara dalam transformasi pelayanan publik, Pemkot Pangkalpinang telah meluncurkan program PKP Smart. Program tersebut ditujukan untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, serta mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan kepada masyarakat.

“Yang masih kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita terus tingkatkan dan kita pertahankan. Dan apa yang menjadi tantangan baru, kita jawab dengan cara-cara yang baru,” ujar Saparudin.

Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga memiliki peran sebagai simpul perdagangan, jasa, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sebagai ibukota provinsi, Kota Pangkalpinang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga berkembang sebagai satu simpul perdagangan, jasa serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam agenda rapat paripurna tersebut, Saparudin juga menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2027.

Pendapatan daerah pada APBD 2027 diproyeksikan sebesar Rp824,97 miliar, yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp279,01 miliar dan pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp545,96 miliar.

Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp854,97 miliar. Dengan komposisi tersebut, APBD Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2027 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp30 miliar.

Defisit tersebut direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto yang bersumber dari SiLPA tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp30 miliar. Dengan demikian, sisa lebih atau kurang pembiayaan anggaran pada 2027 diproyeksikan nihil atau berimbang.

Saparudin menegaskan bahwa rancangan APBD tersebut tidak disusun secara instan, melainkan melalui proses kolaborasi antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan DPRD Kota Pangkalpinang dengan mempertimbangkan kehati-hatian, ketelitian, dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Ini adalah dokumen yang tentunya lahir tidak instan dan berdiri sendiri, tetapi ini adalah hasil dari sebuah proses kolaborasi sinergi antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan juga DPRD Kota Pangkalpinang, dan juga ini dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, ketelitian, dan tanggung jawab oleh seluruh jajaran,” katanya.

Saparudin juga mengingatkan agar capaian pembangunan yang telah diraih tidak menjadi alasan untuk berhenti melakukan perbaikan. Peningkatan mutu pelayanan publik, penyederhanaan birokrasi, percepatan proses perizinan dan administrasi, serta efektivitas penggunaan anggaran menjadi bagian yang ditekankan dalam pelaksanaan pemerintahan.

“Jangan pernah berpuas diri dengan capaian yang ada, tingkatkan terus mutu pelayanan kepada masyarakat, sederhanakan birokrasi yang berbelit, percepat proses perizinan dan administrasi, dan pastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Selain pembahasan APBD, rangkaian Rapat Paripurna Istimewa tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Sumsel Babel secara simbolis kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan dunia usaha dan perbankan terhadap pembangunan serta program kemasyarakatan di Kota Pangkalpinang.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPRD Kota Pangkalpinang. Potongan tumpeng selanjutnya diserahkan kepada Saparuding dan Dessy sebagai simbol kebersamaan dalam memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang.

Dalam wawancara usai rapat, Saparudin menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan akan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, capaian prestasi pendidikan yang telah diraih perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.

“Kita berupaya untuk memberikan kapasitas pendidikan yang lebih bermutu. Alhamdulillah kita berada di posisi enam untuk prestasi nasional di bidang pendidikan. Tentu kita harus lebih meningkatkan kapasitas pendidikan untuk anak-anak kita,” katanya.

Selain pendidikan formal, pemerintah juga berencana menyediakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan pelajar untuk melakukan kegiatan positif. Salah satu program yang disiapkan pada tahun depan adalah kegiatan bagi siswa SMP untuk melaksanakan salat Magrib dan Isya di masjid sekaligus mengikuti pembelajaran bahasa Arab.

Di sektor lingkungan dan perekonomian, pembenahan persoalan persampahan dan pasar juga akan terus dilakukan. Penataan pasar diarahkan agar dapat menjadi pasar rakyat yang lebih modern dan nyaman sehingga aktivitas perdagangan dapat berkembang dan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Persoalan terkait persampahan dan pasar-pasar kita harus terus dibenahi sehingga bisa menjadi pasar rakyat yang modern, orang nyaman berbelanja, dan ekonomi masyarakat kita tumbuhkan,” ujarnya.

Untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat, Pemkot Pangkalpinang juga akan menyalurkan bantuan berupa seragam, beasiswa, buku tulis, dan perlengkapan sekolah kepada siswa.

“Nanti di akhir bulan akan ada pembagian seragam, juga ada beasiswa, dan buku tulis serta perlengkapan sekolah untuk anak-anak,” tutupnya.

(Wind)