Dinas Pariwisata Kota PangkalpinangPemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Prof Udin dan Dessy Buka Festival Ekraf 2026, Pemkot Pangkalpinang Angkat Otak-Otak ke Tingkat Nasional

282
×

Prof Udin dan Dessy Buka Festival Ekraf 2026, Pemkot Pangkalpinang Angkat Otak-Otak ke Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Ir. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D., bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, S.E., M.M., menghadiri sekaligus membuka Festival Semarak Ekraf 2 yang dipusatkan di Alun-Alun Taman Merdeka (ATM), Pangkalpinang, Jumat 15 Mei 2026.

Scroll To Continue!
Happy Reading!

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota turut didampingi Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti, S.E., Plt. Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Festival Semarak Ekraf 2 akan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai 15 hingga 17 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif sekaligus destinasi hiburan dan wisata keluarga bagi masyarakat Kota Pangkalpinang.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Alun-Alun Taman Merdeka. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pangkalpinang memberikan sambutan sekaligus melakukan pemukulan gong sebagai simbol resmi dibukanya Festival Semarak Ekraf 2.

Dalam wawancaranya, Prof. Saparudin menyampaikan bahwa Kota Pangkalpinang saat ini telah ditetapkan sebagai kota kreatif di Indonesia oleh kementerian pariwisata. Menurutnya, hal tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk terus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di berbagai bidang.

“Tahun ini merupakan pelaksanaan Festival Ekraf yang kedua. Otak-otak Pangkalpinang sudah menjadi produk kreatif masyarakat Kota Pangkalpinang, sehingga pada Festival Ekonomi Kreatif ke-2 ini kita mengusung otak-otak sebagai produk unggulan yang diharapkan memiliki cita rasa nusantara, sehingga masyarakat dari berbagai daerah bisa datang dan menikmati otak-otak Pangkalpinang,” ujar Prof. Saparudin.

Ia menambahkan, festival tersebut tidak hanya menghadirkan bazar kuliner, tetapi juga berbagai kegiatan seni dan kreativitas masyarakat.

“Di samping itu, kami juga menyelenggarakan beberapa event di sini seperti pertunjukan teater, drumband, serta kreativitas lainnya dari teman-teman komunitas dan pelaku ekonomi kreatif,” katanya.

Menurutnya, otak-otak Pangkalpinang kini telah ditetapkan oleh kementerian pariwisata sebagai produk kreatif lokal masyarakat Kota Pangkalpinang.

“Jadi kami berharap otak-otak ini dapat menjadi produk andalan yang bisa bergema di nusantara,” tambahnya.

Festival Semarak Ekraf 2 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan unggulan yang melibatkan pelaku UMKM, komunitas seni, hingga generasi muda. Di sektor kuliner, masyarakat disuguhkan Bazar Otak-Otak Pangkalpinang yang mengangkat tema “Terenak Sedunia”, Bazar Pelaku Ekonomi Kreatif, serta Coffee Street Market bagi para pecinta kopi.

Selain itu, festival Ekraf 2 juga diramaikan dengan Bangka Robotic Competition tingkat SD yang mempertandingkan kategori Robot Soccer dan Line Follower pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan lainnya meliputi lomba mewarnai dan menggambar untuk tingkat TK hingga SD.

Di bidang hiburan dan komunitas, Festival Semarak Ekraf 2 menghadirkan penampilan spesial Herri Gamma One pada 16 Mei 2026, serta Cosplay Parade yang berlangsung selama 15-16 Mei 2026.

Tidak hanya terpusat di Alun-Alun Taman Merdeka, festival ini juga menghadirkan pertunjukan seni teater bertajuk “Batin Tikal: Kuasa Simbolik Rambut Keramat” yang dipersembahkan oleh Sanggar Buluh Perindu. Pertunjukan tersebut digelar di Auditorium Sofyan Tsauri Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung pada 15-16 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Melalui Festival Semarak Ekraf 2, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap sektor ekonomi kreatif terus berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Kota Pangkalpinang. (Wind)