PT TIMAHSeputar PT TIMAH

PT Timah Dukung Sekolah Entrepreneur Difabel SLB Mentok: Keterampilan Membatik Hingga UMKM Mandiri

188
×

PT Timah Dukung Sekolah Entrepreneur Difabel SLB Mentok: Keterampilan Membatik Hingga UMKM Mandiri

Sebarkan artikel ini

Bangka Barat, Suarababelnews.com –

Upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas terus dilakukan PT TIMAH (Persero) Tbk melalui Program Sekolah Entrepreneur Difabel yang dilaksanakan di SLB Negeri Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Program ini berfokus pada pengembangan keterampilan vokasi bagi siswa, khususnya di bidang membatik dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Melalui program ini, para siswa tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga didorong untuk mandiri secara ekonomi.

Kepala SLB Negeri Mentok, Arif Jananto, menyampaikan bahwa keterampilan membatik menjadi salah satu unggulan dalam pembelajaran vokasi. Produk batik yang dihasilkan bahkan telah memiliki merek sendiri, yakni Batik Taber.

“Program membatik ini sudah menjadi bagian dari pembelajaran vokasi kami. Kehadiran PT TIMAH sangat membantu, terutama dalam penyediaan alat cap batik, pembingkai kain, serta bahan-bahan membatik,” ujar Arif, Kamis (2/4/2026).

Dukungan tersebut memungkinkan siswa untuk menghasilkan produk dengan variasi motif yang lebih beragam, seperti motif penari, Menara Tanjung Kalian, hingga motif khas seperti Wisma Ranggam, mentilin dan lainnya,

Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diajarkan teknik produksi, tetapi juga mulai dikenalkan pada pemasaran. Produk yang dihasilkan telah dipasarkan dengan dukungan sejumlah pihak, seperti dinas terkait, termasuk Dinas Perdagangan dan Dinas Pariwisata, serta Kodim Bangka Barat.

Selain program membatik, program entrepreneur juga dikembangkan melalui unit UMKM sekolah. PT TIMAH juga mendukung para penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha minuman seperti jus buah dan lainnya dengan mendukung peralatannya.

Arif mengatakan, Program yang dijalankan bersama PT TIMAH ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal unit produksi berkelanjutan, sehingga lulusan SLB tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri.

“Kami berharap ke depan siswa yang lulus bisa memproduksi sendiri di rumah, lalu hasilnya bisa disalurkan melalui sekolah. Tujuan akhirnya adalah kemandirian, baik dalam mengurus diri sendiri maupun secara ekonomi,” jelasnya.

Meski demikian, proses pembelajaran tidak lepas dari tantangan. Tidak semua siswa dapat langsung terlibat dalam produksi karena membutuhkan waktu untuk mengasah keterampilan.

“Kita membutuhkan waktu untuk mengasah keterampilan mereka dan kadang saat mereka mahir mereka sudah lulus, sehingga kita harus mulai mencari bibit baru. Tentu proses belajarnya butuh waktu,” ujarnya.

Dirinya juga mengapresasi PT TIMAH yang telah mendukung program pendidikan vokasi di SLB Mentok, sehingga kedepannya diharapkan program ini dapat terus berlanjut.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk PT TIMAH, dinilai sangat penting dalam menunjang proses ini, baik dari sisi sarana prasarana maupun pendampingan.

Program Sekolah Entrepreneur Difabel ini juga menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas.

“Semoga PT TIMAH terus hadir membantu dan membina para siswa kami dengan program berkelanjutan, sehingga para siswa kita yang lulus nanti bisa mandiri baik secara individu maupun ekonomi,” katanya.

(Humas PT Timah)