Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka BelitungPemprov Babel

Rapat Konsultasi PKK Babel 2026: Strategi Penguatan Ekonomi Keluarga dan Ketahanan Sosial Dibahas

670
×

Rapat Konsultasi PKK Babel 2026: Strategi Penguatan Ekonomi Keluarga dan Ketahanan Sosial Dibahas

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Konsultasi (Rakon) tingkat provinsi tahun 2026 di BKPSDMD Babel pada 15–16 April 2026. Kegiatan ini diikuti kader TP-PKK dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Bangka Belitung.

Rakon dibuka pada Rabu 15 April 2026 oleh Ketua Bidang I TP-PKK Babel, Sri Hidayati Fery Afriyanto, yang mewakili Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani. Kegiatan tersebut mengusung tema penguatan 10 Program Pokok PKK melalui implementasi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutan tertulis Ketua TP-PKK Babel yang dibacakannya, Sri Hidayati menyampaikan bahwa Rakon menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program kerja PKK dengan hasil Rakernas X PKK serta arah pembangunan nasional menuju 2045. Ia menegaskan bahwa kebijakan gerakan PKK mengacu pada Rencana Induk Gerakan PKK 2025–2029 yang memuat sejumlah program prioritas.

Salah satu program unggulan yang disoroti adalah Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB), yang menitikberatkan pada peningkatan kesehatan keluarga, pelestarian lingkungan, serta perencanaan keluarga sehat.

Selama pelaksanaan Rakon, sejumlah agenda turut digelar, di antaranya edukasi kesiapsiagaan kebakaran rumah tangga, mitigasi bencana oleh BPBD, pencegahan stunting serta penurunan angka kematian ibu dan anak oleh tenaga medis, hingga pengelolaan sampah rumah tangga.

Dalam forum tersebut, para peserta dibagi ke dalam empat kelompok kerja (Pokja) dan satu bidang kesekretariatan guna membahas penguatan program unggulan PKK. Selain itu, disosialisasikan pula upaya pencegahan judi online di lingkungan keluarga yang dinilai dipengaruhi faktor ekonomi.

Pokja I membahas penguatan peran PKK sebagai fasilitator pencegahan narkoba melalui pembentukan fasilitator Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (Krisan) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara Pokja II berfokus pada peningkatan kemandirian ekonomi keluarga melalui program Gelari Pelangi, termasuk promosi produk UP2K agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Adapun Pokja III menitikberatkan pada pengembangan kegiatan produktif berbasis keluarga, termasuk edukasi pengelolaan sampah rumah tangga yang diharapkan memiliki nilai ekonomis. Sedangkan Pokja IV membahas kesiapsiagaan menghadapi kebakaran rumah tangga, termasuk data terkait kondisi instalasi listrik, kepemilikan alat pemadam, hingga tingkat sosialisasi penanggulangan kebakaran di masyarakat.

Sri Hidayati juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan nonformal agar masyarakat Bangka Belitung mampu bersaing secara regional maupun nasional.

Ia mengimbau seluruh pengurus TP-PKK kabupaten/kota untuk mengintegrasikan program PKK ke dalam perencanaan pembangunan daerah, memperkuat kelembagaan dan kaderisasi, serta membangun kemitraan lintas sektor secara berkelanjutan. Selain itu, kader PKK juga didorong untuk mengembangkan inovasi lokal, menerapkan pendekatan inklusif dan responsif gender, serta memperkuat sistem monitoring dan evaluasi program.

Menutup sambutan, Sri Hidayati berharap seluruh kader PKK dapat menjalankan tugas secara profesional dan penuh dedikasi dalam mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan mandiri di Bangka Belitung. (Wind)