Seputar UBBUniversitas Bangka Belitung

Survei Lapangan UBB Jadi Langkah Awal Penguatan Daya Saing Wisata Alam Pangkalpinang

3116
×

Survei Lapangan UBB Jadi Langkah Awal Penguatan Daya Saing Wisata Alam Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Tim peneliti Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan survei awal di lokasi penelitian Pariwisata Alam Pangkalpinang pada 10 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Alam Pangkalpinang (SAPKA) sebagai langkah awal sebelum pengambilan data penelitian terkait integrasi teknologi pertanian dan peningkatan kemampuan bahasa Inggris guna meningkatkan daya saing pariwisata alam Pangkalpinang.

Survei tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Peneliti, Dr. Diana Anggraeni, M.Hum., didampingi anggota peneliti Deni Pratama, M.Si., dan Dini Wulansari, M.A. Turut mendampingi Ketua Yayasan Rumpun Kembang Ilalang, Dr. Leylasari, S.T., M.T., yang bersama tim meninjau lokasi yang akan dijadikan sampel penelitian.

Kedatangan tim peneliti disambut baik oleh pihak mitra, yakni Sekolah Alam Pangkalpinang (SAPKA). Pihak sekolah menyatakan dukungan penuh terhadap penelitian tersebut dan berharap hasilnya dapat meningkatkan daya saing pariwisata alam Pangkalpinang melalui penerapan teknologi pertanian serta penguatan kemampuan bahasa Inggris.

“Penelitian ini sangat penting bagi kami karena dapat membantu meningkatkan kualitas pariwisata alam di Pangkalpinang. Kami siap mendukung dan bekerja sama dengan tim peneliti untuk mencapai tujuan penelitian ini,” ujar Dr. Leylasari.

Selain melakukan peninjauan lokasi, tim peneliti juga menggelar diskusi bersama pihak mitra guna membahas rencana penelitian serta strategi implementasi ke depan. Pada kesempatan itu, tim turut mengumpulkan data awal sebagai dasar pelaksanaan penelitian selanjutnya.

Survei ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi pariwisata alam Pangkalpinang sekaligus menjadi pijakan dalam merumuskan strategi peningkatan daya saingnya. Tim peneliti menargetkan penelitian ini dapat diselesaikan secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata alam di Pangkalpinang. (Wind)