Pemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Dorong Optimalisasi Dana Kelurahan untuk Pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria

516
×

Pemkot Pangkalpinang Dorong Optimalisasi Dana Kelurahan untuk Pencegahan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong penguatan peran kelurahan dalam pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) melalui optimalisasi pemanfaatan dana kelurahan.

Upaya tersebut dibahas dalam Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan dan Pemanfaatan Dana Kelurahan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM) Tahun 2026 di Sun Hotel Pangkalpinang, Selasa 15 Septmber 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, menghadiri pertemuan tersebut mewakili Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang.

Agustu mengatakan, dukungan anggaran perlu diarahkan untuk memperkuat upaya preventif di tingkat kelurahan. Menurutnya, pencegahan sejak dini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan secara kuratif yang membutuhkan biaya lebih besar.

“Diharapkan adanya pembagian porsi anggaran dari APBD yang secara khusus disalurkan ke tingkat kelurahan. Anggaran ini akan difokuskan untuk tindakan pencegahan awal (preventif) di masyarakat, karena pengobatan (kuratif) akan memakan biaya yang jauh lebih besar,” ujar Agustu.

Ia menjelaskan, optimalisasi dana kelurahan selanjutnya dapat diarahkan untuk kegiatan edukasi dan advokasi yang menyasar masyarakat secara langsung. Sasaran kegiatan mencakup keluarga, anak sekolah, hingga masyarakat di wilayah pinggiran.

Edukasi tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko penyakit menular sekaligus mendorong penerapan upaya pencegahan secara mandiri.

“Setelah sosialisasi di tingkat dinas selesai, tujuan akhirnya adalah menggunakan dana kelurahan tersebut untuk turun langsung memberikan edukasi dan advokasi,” katanya.

Pertemuan diikuti perwakilan Dinas Kesehatan, DPPKB, Bappeda, camat, 15 lurah yang menjadi fokus penguatan Sistem Kesehatan yang Tangguh dan Berkelanjutan (RSSH), kepala puskesmas, TP PKK Pokja 4, serta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Pemkot Pangkalpinang juga mendorong penyusunan kesepakatan tertulis yang dapat menjadi dasar rekomendasi pengalokasian anggaran untuk program pencegahan dan pengendalian ATM dalam perencanaan anggaran daerah pada tahun berikutnya.

Agustu menegaskan, kelurahan memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam membangun sistem kesehatan berbasis masyarakat. Karena itu, pengendalian ATM membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan kader TP PKK dan KPA.

“Kelurahan merupakan ujung tombak dan mitra strategis dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan (RSSH),” tegasnya.

Penguatan kemitraan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap target nasional untuk mengakhiri AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria pada 2030.

“Tujuannya jelas, yaitu ending AIDS, Malaria, dan Tuberkulosis pada tahun 2030,” pungkas Agustu.

(Wind)