Pemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Inflasi Pangkalpinang September 2026 Terendah di Babel, Pemkot Fokus Kendalikan Harga

369
×

Inflasi Pangkalpinang September 2026 Terendah di Babel, Pemkot Fokus Kendalikan Harga

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan pentingnya pemanfaatan data statistik sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Kamis 1 Oktober 2026.

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D. diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini yang membacakan sambutan tertulis Wali Kota menjelaskan, Pemkot Pangkalpinang menekankan bahwa data yang akurat dan terpercaya diperlukan sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan.

Pemerintah daerah juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk memperkuat budaya kerja berbasis data agar kebijakan yang disusun dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Dalam rilis BPS Kota Pangkalpinang, tercatat inflasi month-to-month (mtm) pada September 2026 sebesar 0,44 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah dibandingkan empat kabupaten/kota penghitung inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu, inflasi year-on-year (yoy) Kota Pangkalpinang pada September 2026 tercatat sebesar 3,96 persen dan menjadi yang terendah di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Meski demikian, sejumlah komoditas masih menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi. Salah satunya daging ayam ras yang mengalami kenaikan harga hingga berkisar Rp49.000-Rp50.000 per kilogram di tingkat eceran.

Kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kondisi cuaca panas yang berdampak terhadap proses penggemukan, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta panjangnya rantai distribusi. Kota Pangkalpinang juga masih bergantung pada pasokan ayam dari sejumlah kabupaten di sekitar, seperti Kabupaten Bangka, Bangka Barat, dan Bangka Tengah.

Selain daging ayam ras, ikan singkur, beras, dan bayam turut menjadi sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi bulanan pada September 2026.

Untuk komoditas beras, pemerintah memastikan ketersediaan stok di pasaran masih dalam kondisi aman. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu panic buying.

Pemkot Pangkalpinang bersama BPS selanjutnya terus mendorong pemanfaatan data statistik dalam penyusunan kebijakan. Penguatan sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat. (Wind)