Seputar UBBUniversitas Bangka Belitung

Mahasiswa Sosiologi UBB Belajar Membaca Relasi Masyarakat dan Lingkungan Melalui Kelekak Bangka

2485
×

Mahasiswa Sosiologi UBB Belajar Membaca Relasi Masyarakat dan Lingkungan Melalui Kelekak Bangka

Sebarkan artikel ini

Bangka, Suarababelnews.com –

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menghadirkan pembelajaran berbasis lapangan melalui kuliah lapangan Mata Kuliah Masyarakat dan Lingkungan Hidup di Kawasan Kelekak Desa Zed, Sabtu 10 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti 52 peserta ini mengangkat tema “Mengkaji Relasi Masyarakat dan Lingkungan melalui Keberadaan Kelekak, Hutan, dan Sungai.” Kegiatan merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan konsep dan teori yang dipelajari di ruang kelas dengan realitas sosial dan lingkungan secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi terhadap lingkungan, tetapi juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan komunitas Kelekak Bangka. Mahasiswa berdialog bersama Bang Hermanto, Bang Andre, serta anggota komunitas lainnya untuk menggali pengetahuan dan pengalaman masyarakat mengenai keberadaan kelekak, hubungan masyarakat dengan lingkungan, serta nilai dan manfaat kawasan tersebut bagi kehidupan masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena mahasiswa memperoleh perspektif langsung dari komunitas yang memiliki pengalaman dalam mengenali, merawat, dan memaknai lingkungan. Dialog dengan komunitas juga membantu mahasiswa memahami bahwa lingkungan bukan sekadar ruang fisik, melainkan ruang sosial yang memiliki nilai budaya, pengetahuan lokal, manfaat ekonomi maupun sosial, serta menghadapi berbagai tantangan dalam keberlanjutannya.

Dosen pengampu Mata Kuliah Masyarakat dan Lingkungan Hidup, Dr. Fitri Ramdhani Harahap, M.Si., menjelaskan bahwa kuliah lapangan dirancang agar mahasiswa dapat memahami hubungan timbal balik antara masyarakat dan lingkungan secara langsung.

Setelah mengikuti diskusi bersama komunitas Kelekak Bangka, mahasiswa kemudian diajak menelusuri kawasan kelekak secara langsung. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati berbagai kondisi lingkungan dan keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan tersebut.

Dalam penelusuran tersebut, mahasiswa diarahkan untuk memperhatikan vegetasi, sumber daya alam, kondisi kawasan, serta berbagai bentuk kehidupan dan keanekaragaman hayati yang dapat diamati. Mahasiswa juga diajak melihat bagaimana lingkungan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagaimana keberadaannya berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan observasi tersebut sejalan dengan fokus pembelajaran yang mencakup kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, relasi sosial dan ekologis, nilai serta pengetahuan lokal, persoalan sosial-lingkungan, serta upaya pengelolaan dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan berjalan langsung menyusuri kawasan, mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk melihat bahwa keanekaragaman hayati tidak berdiri sendiri. Keberadaan vegetasi, hutan, sumber air, dan berbagai unsur lingkungan lainnya memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat serta dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, budaya, maupun ekonomi.

Salah satu bagian penting dari pembelajaran adalah mengajak mahasiswa melihat lingkungan secara lebih kritis. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengidentifikasi apa yang dimiliki dan apa manfaatnya, tetapi juga mengamati perubahan, tekanan, persoalan, dan dampak yang mungkin muncul dari berbagai aktivitas manusia terhadap lingkungan.

Kuliah lapangan ini menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa ditempatkan sebagai pembelajar aktif yang dituntut untuk mengidentifikasi dan menganalisis persoalan nyata yang mereka temukan di lapangan.

Proses pembelajaran dilakukan melalui rangkaian observasi, identifikasi masalah, diskusi, analisis, refleksi, dan penyusunan laporan individu. Mahasiswa kemudian memilih satu fenomena sosial-lingkungan yang dianggap penting untuk dianalisis secara lebih mendalam dengan menghubungkannya dengan konsep dan materi Mata Kuliah Masyarakat dan Lingkungan Hidup.

Dengan demikian, kegiatan ini bukan sekadar aktivitas berjalan-jalan atau kunjungan ke kawasan alam. Mahasiswa dituntut untuk mengubah pengalaman lapangan menjadi pengetahuan akademik.

Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk memahami lingkungan secara lebih utuh. Mereka belajar bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari manusia, karena di dalamnya terdapat kebutuhan masyarakat, mata pencaharian, kebiasaan, pengetahuan lokal, kepentingan, serta berbagai bentuk interaksi sosial.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan observasi, komunikasi dengan masyarakat, identifikasi masalah, analisis sosiologis, berpikir kritis, serta refleksi terhadap persoalan sosial-lingkungan.

Bagi Program Studi Sosiologi FISIP UBB, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan kampus, masyarakat, dan lingkungan. Melalui perjumpaan langsung dengan komunitas Kelekak Bangka dan pengalaman menelusuri kawasan, mahasiswa tidak hanya belajar tentang lingkungan dari buku dan ruang kelas, tetapi juga belajar dari pengetahuan, pengalaman, dan praktik masyarakat.

Pada akhirnya, kuliah lapangan di Kawasan Kelekak, Desa Zed, mengajak mahasiswa memahami bahwa menjaga lingkungan bukan semata-mata persoalan ekologis. Di dalamnya terdapat relasi sosial, pengetahuan lokal, nilai budaya, kepentingan masyarakat, pemanfaatan sumber daya, serta tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. (**)