Bangka, Suarababelnews.com –
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau AI membuka ruang yang semakin luas bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam menjaga orisinalitas, menghindari plagiasi, menghargai karya orang lain, serta memahami aspek hukum atas karya yang dihasilkan.
Merespons tantangan tersebut, Pusat Pendidikan Karakter dan Keunggulan Peradaban (PP2KP), Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Universitas Bangka Belitung (UBB) menyelenggarakan Seminar Peradaban dengan tema “Dari Ide Menjadi Karya: HKI, Antiplagiasi, dan Etika Berkarya Mahasiswa di Era Digital”, Kamis 22 Oktober 2026, di Gedung Balai Cendikia, Gedung GALA Kampus Terpadu UBB.
Kegiatan tersebut diikuti 106 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UBB. Keterlibatan mahasiswa lintas disiplin menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya secara orisinal, kreatif, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Seminar menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, yaitu Adi Riyanto, S.H., M.H., dari Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, dan Dr. Fitri Ramdhani Harahap, M.Si., Kepala PP2KP LPMPP UBB, serta dimoderatori oleh Muhammad Dafit yang merupakan mahasiswa Manajemen UBB angkatan 2023.
Dalam sesi pertama, Adi Riyanto memberikan pemahaman mengenai Kekayaan Intelektual dan perlindungan hukum terhadap karya. Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk Kekayaan Intelektual, antara lain hak cipta, paten, merek, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, dan rahasia dagang.
Materi tersebut penting bagi mahasiswa karena sebuah ide dan karya tidak hanya perlu dihasilkan, tetapi juga perlu dipahami bagaimana cara menghargai, melindungi, dan memanfaatkannya secara tepat. Mahasiswa didorong untuk melihat karya intelektual sebagai sesuatu yang memiliki nilai, baik secara akademik maupun ekonomi.
Sementara itu, Dr. Fitri Ramdhani Harahap, M.Si membahas antiplagiasi dan etika berkarya di era digital, termasuk pentingnya orisinalitas, integritas akademik, sitasi, parafrase, serta penggunaan teknologi dan AI secara etis.
Mahasiswa didorong untuk tidak berhenti sebagai konsumen informasi, tetapi bergerak menjadi produsen pengetahuan melalui proses membaca, berpikir, mengkritisi, mengolah, menciptakan, dan membagikan pengetahuan secara bertanggung jawab.
Salah satu konteks penting dalam seminar adalah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin mudah diakses mahasiswa. Teknologi tersebut dapat membantu proses belajar dan pengembangan ide, tetapi penggunaannya perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab akademik.
Seminar menekankan bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh menghilangkan proses intelektual mahasiswa. Penggunaan AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu yang digunakan secara etis, transparan, dan bertanggung jawab, dengan tetap menghargai karya dan kontribusi intelektual orang lain. Karena itu, literasi digital tidak cukup hanya membuat mahasiswa mampu menggunakan teknologi. Mahasiswa juga perlu memiliki karakter, integritas, etika, dan kesadaran hukum dalam menghasilkan serta menyebarluaskan karya.
Penyelenggaraan Seminar Peradaban merupakan bagian dari upaya PP2KP LPMPP UBB untuk memperkuat karakter, integritas akademik, kreativitas, dan kesadaran mahasiswa dalam menghasilkan karya di tengah perkembangan teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide menjadi karya yang orisinal dan bermakna, memahami plagiasi, parafrase dan sitasi, menggunakan teknologi serta AI secara bertanggung jawab, mengenali bentuk-bentuk perlindungan Kekayaan Intelektual, dan mengembangkan tugas perkuliahan menjadi portofolio atau karya yang memiliki nilai lebih.
Budaya berkarya sagi UBB di perguruan tinggi tidak semestinya berhenti pada penyelesaian tugas perkuliahan. Karya mahasiswa perlu diarahkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghasilkan gagasan dan karya yang orisinal, bernilai, dapat dipertanggungjawabkan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan akademik dan masyarakat.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh penguatan mengenai orisinalitas, integritas akademik, sitasi, parafrase, antiplagiasi, dan etika penggunaan AI, sekaligus mendapatkan pengenalan mengenai berbagai bentuk perlindungan Kekayaan Intelektual. Kegiatan juga memperkuat keterkaitan antara budaya berkarya, integritas akademik, dan perlindungan hukum atas hasil kreativitas.
Secara umum, kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Materi dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan AI yang semakin memengaruhi proses belajar dan berkarya.
Ke depan, kegiatan serupa direkomendasikan untuk dikembangkan dalam bentuk yang lebih aplikatif, seperti praktik antiplagiasi dan parafrase, simulasi penggunaan AI secara etis, serta praktik identifikasi dan pengajuan perlindungan Kekayaan Intelektual.
Melalui Seminar Peradaban ini, PP2KP LPMPP UBB menegaskan pentingnya membangun mahasiswa yang tidak hanya cerdas menghasilkan ide, tetapi juga memiliki karakter untuk mengolah ide tersebut menjadi karya yang jujur, orisinal, berintegritas, terlindungi secara hukum, dan berdampak bagi masyarakat. (**)













