Pangkalpinang, Suarababelnews.com –
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayu Trisna, S.E., M.M., secara resmi menutup Kegiatan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Kamis 29 Oktober 2026, di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam meningkatkan keterampilan, kompetensi, dan produktivitas tenaga kerja agar mampu bersaing di dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Dalam sambutannya, Dessy menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan selama 14 hari. Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi bekal bagi peserta untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui pekerjaan maupun kewirausahaan.

“Pelatihan ini bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi juga menjadi bekal bagi peserta untuk merintis masa depan, membuka usaha sendiri, dan menciptakan peluang kerja,” ujarnya.
Dessy juga mengajak para peserta untuk tidak hanya berorientasi menjadi pekerja atau karyawan, tetapi turut membangun pola pikir kewirausahaan sehingga dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mampu menciptakan usaha secara mandiri, semakin besar pula peluang terbukanya lapangan kerja baru. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran di Kota Pangkalpinang.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi pekerja, tetapi bangun juga tekad untuk menjadi pemilik usaha atau owner. Dengan begitu, kita tidak hanya mencari pekerjaan untuk diri sendiri, tetapi juga berpeluang membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dessy turut meminta dukungan Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Iqbal, agar keberlanjutan anggaran program pelatihan tenaga kerja tetap menjadi perhatian. Menurutnya, program tersebut berkaitan erat dengan pengembangan dunia usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta upaya mengurangi pengangguran.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta pelatihan akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat sesuai bidang keahlian masing-masing. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi bukti kompetensi yang mendukung peserta ketika memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
Dessy berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata oleh para peserta. Ia juga mendoakan agar seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam meniti karier maupun merintis usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, S.H., M.H., dalam laporannya memaparkan bahwa pelatihan berbasis unit kompetensi Tahun Anggaran 2026 diikuti oleh 55 peserta yang terbagi ke dalam tiga program keahlian.
Ketiga program tersebut meliputi Junior Make Up Artist sebanyak 20 peserta, Digital Marketing sebanyak 20 peserta, serta Coffee Roasting sebanyak 15 peserta.
Pelatihan berlangsung selama 14 hari, mulai 7 hingga 20 Oktober 2026, dengan melibatkan sejumlah lembaga dan mitra pelatihan. Program Junior Make Up Artist dilaksanakan bersama Lembaga Kursus Astari, program Digital Marketing bekerja sama dengan LPK Malur, sedangkan program Coffee Roasting melibatkan Focus Coffee Roastery dengan kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang.

Amrah menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan mengikuti uji kompetensi sebagai tahapan untuk memperoleh sertifikasi sesuai bidang keahlian masing-masing. Sertifikat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menjadi modal dalam memasuki dunia kerja.
“Melalui pelatihan berbasis unit kompetensi ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang juga melaksanakan program pelatihan tambahan yang bersumber dari alokasi anggaran pelatihan hantaran dan boga sebanyak lima paket. Dengan berbagai program yang berjalan, jumlah warga yang mendapatkan pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja sepanjang 2026 mencapai hampir 200 orang.

Pada akhir kegiatan, panitia juga mengumumkan peserta terbaik dari masing-masing program pelatihan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian selama mengikuti pelatihan.
Peserta terbaik program Junior Make Up Artist diraih oleh Aris Piola, program Digital Marketing diraih oleh Riska Rahmania Fauziah, sedangkan program Coffee Roasting diraih oleh Dimas Prasetyo.
Penutupan kegiatan ini diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja di Kota Pangkalpinang. Melalui pelatihan yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan dunia usaha, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan peluang usaha baru. (Wind)













