Pemerintah Kota PangkalpinangPemprov Babel

KKMD Babel Gandeng Stakeholder, Fokus Integrasi Data dan Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan

1003
×

KKMD Babel Gandeng Stakeholder, Fokus Integrasi Data dan Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Bangka Tengah, Suarababelnews.com –

Upaya memperkuat pengelolaan ekosistem pesisir terus didorong Kelompok Kerja Mangrove Daerah Bangka Belitung (KKMD Babel) melalui forum diskusi lintas sektor. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta para pemangku kepentingan digelar di Soll Marina Hotel, Pangkalanbaru, Kamis 9 April 2026.

Forum yang diinisiasi KKMD Babel bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan BPDAS Baturusa Cerutuk ini diikuti 55 peserta yang merupakan representasi lintas instansi sekaligus bagian dari kepengurusan KKMD Babel.

Ketua KKMD Babel yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Babel, Fery Afriyanto, melalui sambutan tertulis yang disampaikan Plt. Kepala DLHK Babel Bambang T, menekankan bahwa Bangka Belitung memiliki kekayaan ekosistem mangrove yang sangat penting, baik sebagai pelindung alami wilayah pesisir maupun sebagai aset ekonomi dan lingkungan.

Namun demikian, ia menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi, yakni terkait ketersediaan dan akurasi data mangrove yang tersebar di berbagai instansi dengan format dan metode yang berbeda.

“Permasalahan ini sering menjadi kendala dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.

Karena itu, FGD dinilai menjadi momentum penting untuk memetakan sumber data, menyelaraskan informasi, serta membangun kolaborasi lintas sektor agar data mangrove di Babel dapat terintegrasi dan mudah diakses.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan ego sektoral dan mulai membangun sistem informasi mangrove yang terpadu demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FGD, Andi Apriandy, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi berbagai sumber data mangrove sekaligus memperkuat koordinasi antar-OPD dan pemangku kepentingan dalam pengelolaannya.

Diskusi yang berlangsung sepanjang hari hingga malam ini menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya Ariyo Bimmo yang membahas rehabilitasi mangrove berbasis perhutanan sosial, Giri Suryanta dengan materi sinkronisasi program KKMD dan KKMN, serta Suwignya Utama yang mengulas pendekatan rehabilitasi mangrove terintegrasi menuju keberlanjutan. Selain itu, perwakilan akademisi dari Universitas Bangka Belitung juga turut memberikan perspektif ilmiah.

Menariknya, kepengurusan baru KKMD Babel yang dijadwalkan akan dilantik oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani, pada akhir April 2026 mendatang, mulai menyiapkan inovasi berupa sistem data mangrove terintegrasi sebagai langkah strategis dalam mendukung pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. (Wind)