Pemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Program Pangan Aman 2026, Pemkot Pangkalpinang Fokus Validasi Data dan Sinergi OPD

305
×

Program Pangan Aman 2026, Pemkot Pangkalpinang Fokus Validasi Data dan Sinergi OPD

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang aman dan berkualitas melalui Program Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026.

Upaya ini ditunjukkan dengan peningkatan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama dalam mendukung sektor Pangan Segar Asal Ikan (PSAI) sebagai salah satu fokus utama program. Selain itu, Pemkot juga menaruh perhatian besar pada ketepatan dan keakuratan data yang diinput ke dalam sistem Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pangkalpinang, Agustu Afendi, menegaskan bahwa kualitas data menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan OPD terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, guna memastikan data yang diunggah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami terus melakukan perbaikan dan melengkapi data agar valid dan akurat,” ujarnya usai mengikuti sosialisasi program secara virtual dari Smart Room Center, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis 30 April 2026.

Dalam prosesnya, Pangkalpinang sempat menempati posisi teratas dalam hal penginputan data. Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh pihak terkait, posisi tersebut mengalami penyesuaian ke level kedua. Meski demikian, capaian ini tetap menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja.

Agustu menilai, pencapaian tersebut menunjukkan potensi besar Pangkalpinang dalam mewujudkan kota pangan aman. Ia juga berharap adanya pendampingan dari BPOM agar proses penginputan data ke depan semakin optimal.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya menuju predikat Kota Pangan Mandiri tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi aktif dari berbagai sektor, termasuk Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, hingga Bappeda.

“Program ini bukan kerja satu instansi, tetapi membutuhkan sinergi bersama,” katanya.

Dengan komitmen yang terus diperkuat, Pemkot Pangkalpinang optimistis dapat meningkatkan kualitas pengelolaan pangan sekaligus meraih status sebagai kota dengan sistem pangan yang aman, mandiri, dan berkelanjutan. (Wind)