Pemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Peringatan Otda ke-30, Pemkot Pangkalpinang Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Peningkatan PAD

423
×

Peringatan Otda ke-30, Pemkot Pangkalpinang Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Peningkatan PAD

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin 27 April 2026.

Upacara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pratama, para camat, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pangkalpinang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Dalam amanatnya, Mendagri menyampaikan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan peran pemerintah daerah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Otonomi daerah dinilai sebagai instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang mencerminkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Tema tersebut juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ditekankan pula bahwa tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan.

Usai kegiatan, Sekda Mie Go menyampaikan bahwa dalam 30 tahun pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah daerah dituntut untuk terus meningkatkan kerja sama dengan pemerintah pusat.

“Dalam 30 tahun Otonomi Daerah ini, pemerintah daerah diharapkan mampu menyinkronkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, mendukung program strategis pemerintah pusat, serta berinovasi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dan tidak boros dalam penggunaan anggaran,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan anggaran harus tepat sasaran serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Wind)