Pemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Buka Sosialisasi Penguatan Integrasi ATMH dalam Implementasi ILP

573
×

Wali Kota Pangkalpinang Buka Sosialisasi Penguatan Integrasi ATMH dalam Implementasi ILP

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, suarababelnews.com –

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Ir. Drs. H. Saparudin, secara resmi membuka Pertemuan Lintas Sektor dan Lintas Program dalam rangka Sosialisasi Penguatan Integrasi ATMH dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), Selasa 3 November 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Safran Hotel Pangkalpinang tersebut dibuka oleh Wali Kota Saparudin yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom. Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, hadir secara langsung bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Dr. Hisar, beserta sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor dan lintas program.

Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Wali Kota Pangkalpinang menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dan lintas program untuk mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan penyakit menular, khususnya AIDS, Tuberkulosis (TB), Malaria, dan Hepatitis (ATMH).

Menurutnya, persoalan kesehatan masyarakat tidak dapat ditangani oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, serta berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat pelaksanaan program kesehatan hingga tingkat lingkungan.

Penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) bertumpu pada tiga fokus utama. Pertama, menjadikan siklus hidup manusia sebagai landasan penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Kedua, memperluas jangkauan pelayanan melalui penguatan jejaring kesehatan yang terstruktur hingga tingkat kelurahan. Ketiga, memperkuat pemantauan kondisi kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan dashboard situasi kesehatan di setiap kelurahan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti data kasus penyakit menular di Kota Pangkalpinang selama periode Januari hingga September 2025 sebagai gambaran pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, tercatat 88 kasus baru HIV, terdiri atas 16 perempuan dan 72 laki-laki. Dari jumlah kasus pada laki-laki tersebut, sebanyak 48 kasus berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

Selain itu, terdapat 20 orang yang telah memasuki fase AIDS, dengan tiga orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Pada periode yang sama, tercatat pula 15 kasus TB dan 11 kasus koinfeksi TB-HIV. Sementara itu, ditemukan 14 kasus ibu hamil dengan hasil pemeriksaan reaktif Hepatitis B.

Data tersebut menjadi perhatian serius dalam upaya memperkuat edukasi, deteksi dini, pencegahan, serta penanganan penyakit menular. Wali Kota menekankan perlunya intervensi yang tepat terhadap berbagai faktor risiko penularan HIV/AIDS agar penyebaran kasus dapat ditekan dan tidak semakin meluas di masyarakat.

Lebih lanjut, ia mendorong penguatan program Desa Siaga melalui keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Dukungan pemerintah daerah, mulai dari tingkat kota hingga kecamatan dan kelurahan, dinilai penting untuk memastikan program pencegahan dan penanganan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dari sisi pendanaan, pelaksanaan program juga diharapkan mendapat dukungan berbagai pihak di luar anggaran pemerintah. Keterlibatan sektor swasta, BUMN, dan BUMD melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk PT Timah, serta dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dinilai dapat memperkuat pembiayaan kegiatan di lapangan.

Selain dukungan kelembagaan dan pendanaan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas lokal juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan program tersebut. Pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam upaya pencegahan penyakit menular.

Melalui pertemuan lintas sektor dan lintas program ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong terbangunnya koordinasi dan komitmen bersama dalam memperkuat integrasi pelayanan kesehatan primer. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanggulangan ATMH dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terpadu, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (Wind)