Pemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Wali Kota Saparudin Serahkan Bantuan ATENSI Kemensos, 249 Nelayan Pangkalpinang Terima Paket Rp1,3 Juta

576
×

Wali Kota Saparudin Serahkan Bantuan ATENSI Kemensos, 249 Nelayan Pangkalpinang Terima Paket Rp1,3 Juta

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai merealisasikan penyaluran bantuan sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penyaluran tahap awal ini dilaksanakan di kawasan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kamis 5 Maret 2026.

Sebanyak 249 penerima manfaat yang terdiri dari nelayan dan lanjut usia menerima bantuan secara langsung dari Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, serta para camat se-Kota Pangkalpinang.

Program ATENSI merupakan layanan bantuan terpadu yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan sosial berbasis keluarga, komunitas, maupun residensial, dengan fokus pada pemulihan dan kemandirian penerima manfaat.

Wali Kota Saparudin menyampaikan bahwa bantuan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan di daerah. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penerima.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama nelayan dan lansia, agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Sosial RI yang telah menyalurkan program ATENSI ke Pangkalpinang. Menurutnya, proses distribusi dilakukan secara langsung guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Setiap paket bantuan yang disalurkan memiliki nilai sekitar Rp1,3 juta, yang terdiri dari berbagai kebutuhan seperti jaring nelayan, bahan pangan, beras, nutrisi, hingga kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini juga diberikan kepada lansia dengan nilai yang setara.

Saparudin menjelaskan, bantuan tersebut sangat dibutuhkan, terutama bagi nelayan yang kerap menghadapi kondisi pasang tinggi sehingga tidak dapat melaut dalam periode tertentu.

“Ini menjadi salah satu upaya kita membantu nelayan yang terdampak kondisi alam, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya terdapat lebih dari 400 calon penerima yang diusulkan. Namun setelah melalui proses verifikasi, tahap pertama baru dapat disalurkan kepada 249 orang.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa jumlah nelayan di Pangkalpinang mencapai lebih dari 900 orang yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir, seperti Sinar Bulan, Air Itam, Temberan, Ketapang, dan Selindung. Mayoritas dari mereka merupakan nelayan mingguan.

Selain penyaluran bantuan sosial, pemerintah kota juga terus berupaya mengusulkan berbagai program pendukung bagi nelayan, seperti bantuan alat tangkap, mesin kapal, hingga perahu. Bahkan, rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan dekat Rusunawa juga tengah diajukan ke pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Sentra Mulya Jaya Kementerian Sosial RI, Siti Indriasari Oktaviana, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan didasarkan pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan sasaran masyarakat pada kategori desil 1 hingga 5.

“Selama mereka masuk dalam kategori tersebut dan kebutuhannya sesuai, maka bantuan akan kami salurkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jenis bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nelayan, terutama saat mereka tidak dapat melaut.

“Bantuan difokuskan pada kebutuhan pokok, nutrisi, serta perlengkapan yang menunjang aktivitas nelayan seperti jaring,” ujarnya.

Melalui program ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan peluang usaha di wilayah nelayan Kota Pangkalpinang. (Wind)