Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka BelitungPemprov Babel

Gubernur Hidayat Arsani Ikuti Peresmian Program IJD 2025, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung Perkuat Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

869
×

Gubernur Hidayat Arsani Ikuti Peresmian Program IJD 2025, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung Perkuat Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengikuti secara virtual peresmian serentak Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Selasa 23 Juni 2026. Peresmian dilaksanakan secara hibrida dengan pusat kegiatan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gubernur Hidayat Arsani didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung mengikuti prosesi tersebut dari Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung di Air Itam.

Program strategis nasional yang mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 itu membawa kabar baik bagi masyarakat Bangka Belitung. Seluruh pekerjaan Program IJD Tahun 2025 di wilayah Bumi Serumpun Sebalai telah rampung dengan capaian fisik 100 persen.

Melalui program tersebut, Pemerintah berhasil meningkatkan dan melebarkan jalan sepanjang 21,03 kilometer yang tersebar di lima kabupaten dengan total investasi mencapai Rp104,6 miliar. Pembangunan ini ditujukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan akses transportasi masyarakat, serta mendukung kelancaran distribusi logistik, hasil pertanian, dan sektor energi.

Adapun pelaksanaan Program IJD di Bangka Belitung meliputi peningkatan Jalan Sincong–Mengkubung 1 dan 2 di Kabupaten Bangka sepanjang 6,22 kilometer dengan nilai pekerjaan Rp32,186 miliar. Di Kabupaten Bangka Tengah dilakukan peningkatan Jalan Lubuk Pabrik–Kampung G 1 dan 2 sepanjang 11,11 kilometer senilai Rp45,705 miliar.

Sementara itu, di Kabupaten Bangka Selatan dilaksanakan pelebaran Jalan Air Gegas–Bedengung sepanjang 1,20 kilometer dengan anggaran Rp9,640 miliar. Pelebaran Jalan Parit Tiga–Tanjung Ru sepanjang 1,20 kilometer di Kabupaten Bangka Barat menelan biaya Rp9,518 miliar, sedangkan di Kabupaten Belitung Timur dilakukan pelebaran Jalan Dendang–Gantung sepanjang 1,30 kilometer dengan nilai Rp7,585 miliar.

Usai mengikuti peresmian, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh pekerjaan fisik program tersebut. Menurutnya, pembangunan telah diselesaikan dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Harapan kita dengan adanya IJD ini adalah memberikan akses mobilitas yang lebih besar lagi kepada masyarakat. Jika jalannya bagus, transformasi transportasi menjadi mudah dan otomatis perekonomian masyarakat sekitar akan ikut meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara umum kondisi kemantapan jalan di Bangka Belitung saat ini sudah berada pada kategori baik. Sementara ruas-ruas yang masih membutuhkan penanganan akan diperbaiki secara bertahap melalui sinergi antara usulan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi.

Keberhasilan penyelesaian Program IJD Tahun 2025 menjadi pijakan untuk pelaksanaan program lanjutan pada tahun anggaran berjalan. BPJN Bangka Belitung menjelaskan bahwa proses pengajuan usulan baru kini tengah berlangsung melalui aplikasi SiTIA.

Hingga saat ini telah tercatat sebanyak 18 usulan ruas jalan baru dari pemerintah daerah yang telah masuk dan selesai diverifikasi oleh pihak Balai. Adapun batas akhir penginputan dokumen kelengkapan dari pemerintah daerah ditetapkan hingga 26 Juni 2026.

Ke depan, pembangunan infrastruktur jalan di Bangka Belitung akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Di Pulau Bangka, pengembangan jalan diarahkan untuk mendukung sektor perkebunan, pertambangan, dan swasembada pangan. Sementara di Pulau Belitung, pembangunan difokuskan untuk memperkuat konektivitas kawasan pariwisata nasional serta distribusi logistik daerah.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pengembangan jalan darat yang menjadi akses strategis menuju pelabuhan guna memperlancar arus barang maupun penumpang.

Melalui sinergi pendanaan antara APBN dan APBD yang disertai pengawasan pelaksanaan di lapangan, pemerintah berharap infrastruktur jalan yang semakin baik mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.

Rampungnya proyek Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 dengan nilai investasi Rp104,6 miliar tersebut juga menjadi implementasi nyata dari visi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dalam mewujudkan Babel Berdaya 2029, yakni membangun daerah yang memiliki daya saing tinggi dan masyarakat yang semakin sejahtera. (Wind)