PariwisataPemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Pemerintah Kota Pangkalpinang Resmikan Festival Kampung Bintang Perkuat Toleransi dan Budaya Tionghoa

341
×

Pemerintah Kota Pangkalpinang Resmikan Festival Kampung Bintang Perkuat Toleransi dan Budaya Tionghoa

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Festival Kampung Bintang resmi dibuka dengan meriah pada hari pertama pelaksanaannya, Jumat 3 April 2026, di kawasan Kampung Bintang, Pangkalpinang. Panggung utama kegiatan dipusatkan di depan Warung MR Asui, yang juga diramaikan dengan deretan stan kuliner UMKM bertema Chinese halal.

Kegiatan pembukaan dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Ir. Drs. H. Saparudin, M.T., Ph.D., Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, S.E., M.M., Ketua TP PKK Hj. Susanti Saparudin, S.E., Sekretaris Daerah Ir. Mie Go, S.T., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang Irma Mutiah Sari, S.S., M.Si., jajaran kepala OPD, serta tokoh masyarakat setempat.

Acara pembukaan diawali dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa. Suasana semakin semarak dengan penampilan Barongsai Kong Chiang yang memukau para tamu undangan dan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma Mutiah Sari, selaku tuan rumah kegiatan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para undangan serta dukungan terhadap pelaksanaan festival tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir dalam Pembukaan Festival Kampung Bintang pada perayaan Ceng Beng tahun ini. Perayaan Ceng Beng tidak hanya merupakan wujud darma bakti kepada para leluhur, tetapi juga mengandung nilai toleransi dan keberagaman. Hal ini menjadi salah satu tujuan pelaksanaan festival yang masih diadakan besok 4 hingga 5 April mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nama Festival Kampung Bintang merupakan gagasan dari Wali Kota Pangkalpinang. Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan serta keberagaman budaya di Kota Pangkalpinang.

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Festival Kampung Bintang dapat menjadi agenda tahunan dan berkembang menjadi event pariwisata berskala nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah hadir. Festival Kampung Bintang ini merupakan kegiatan perdana tahun ini, dan kami berharap dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang serta menjadi event pariwisata nasional,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk penyambutan terhadap masyarakat perantauan yang datang untuk merayakan Ceng Beng, khususnya komunitas Tionghoa.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari habisnya tiket pesawat menuju Pangkalpinang dari berbagai daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perayaan Ceng Beng merupakan simbol dari sejarah panjang keberagaman budaya yang tumbuh harmonis di Kota Pangkalpinang.

“Perayaan ini mencerminkan kehidupan multikultural, di mana masyarakat Melayu dan Tionghoa hidup berdampingan dalam kebersamaan,” ungkapnya.

Sebagai tanda resmi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penabuhan gong Barongsai serta sesi foto bersama.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni budaya, di antaranya parade nusantara, kolaborasi Balijonk Art Fashion Fest Bujang Dayang 2025, penampilan Tari Payung dari SD Bahagia, serta Barongsai kemasan mini. Kemeriahan pembukaan festival hari pertama ditutup dengan penampilan kuda lumping yang menghibur para pengunjung.

Festival Kampung Bintang diharapkan dapat menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas keberagaman yang telah lama tumbuh di Kota Pangkalpinang. (Wind)