Pemerintah Kota PangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Pemerintah Pangkalpinang Responsif Hadapi Inflasi Rendah: Rilis BPS Triwulan IV-2025 & Proyeksi 2026

252
×

Pemerintah Pangkalpinang Responsif Hadapi Inflasi Rendah: Rilis BPS Triwulan IV-2025 & Proyeksi 2026

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Pada Rabu 1 April 2026, Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menggelar rilis dan konferensi pers resmi terkait statistik perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Maret 2026.

Dalam paparannya di kantor BPS Pangkalpinang siang tadi, Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menekankan peran data ini dalam menjaga stabilitas ekonomi dan merancang kebijakan yang tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa IHK merupakan indikator ekonomi utama untuk mengukur perubahan harga di tingkat konsumen. Perubahan tersebut bisa berupa inflasi, yaitu persentase kenaikan harga barang dan jasa yang umum dikonsumsi rumah tangga di suatu wilayah pada periode tertentu, atau deflasi, yaitu persentase penurunan harga barang dan jasa yang sama.

1

Secara year-on-year (y-on-y), inflasi Maret 2026 mencapai 1,41 persen, di bawah batas 1,5 persen dan jauh lebih rendah dari Target Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di bawah 2 persen, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sementara month-to-month (m-to-m), penyumbang utama adalah angkutan udara, daging ayam ras, dan bayam. Komoditas yang dominan secara tahunan (y-on-y) dan bulanan (m-to-m) meliputi daging ayam, mas perhiasan, serta angkutan udara. Kenaikan angkutan udara disebabkan libur Lebaran yang panjang ditambah kebijakan Work From Anywhere (WFA) di tingkat nasional.

Sementara itu, ekonomi Kota Pangkalpinang pada triwulan IV-2025 terkontraksi 0,81 persen (q-to-q), 2,97 persen (y-on-y), tetapi tumbuh 4,5 persen (c-on-c).

Walikota Pangkalpinang yang diwakili Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pangkalpinang, Rico Adiputra, menegaskan pentingnya dinamika kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kota. Rilis data ini, lanjutnya, memungkinkan pemerintah baik BPS maupun daerah menyajikan informasi positif bagi seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta kondisi ekonomi kota secara keseluruhan.

Rico juga menyebut bahwa kondisi ekonomi triwulan IV-2025 dan proyeksi 2026, sebagaimana dipaparkan panjang lebar oleh Dewi Savitri, menunjukkan pasca-Idul Fitri penuh dinamika, termasuk keluhan masyarakat soal harga sayur, emas, hingga “Kate orang Bangke”. Tak hanya itu, momen sembayang kubur atau Cengbeng ke depan berpotensi memicu kenaikan harga tiket pesawat, yang menjadi faktor utama inflasi berdasarkan data yang disampaikan Dewi Savitri. (Wind)