Pangkalpinang, Suarababelnews. –
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengukuhkan anggota Purna Paskibraka Tahun 2025 sekaligus melantik Pengurus Kota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Pangkalpinang masa bakti 2026 – 2031 di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin 1 Juni 2026.
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui organisasi Purna Paskibraka Indonesia sebagai wadah berhimpunnya para mantan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa pengukuhan anggota Purna Paskibraka Tahun 2025 merupakan tindak lanjut dari ketentuan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mewajibkan setiap anggota Paskibraka yang telah menyelesaikan tugasnya untuk bergabung dalam organisasi Purna Paskibraka Indonesia.

Menurut Saparudin, PPI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, patriotisme, serta semangat nasionalisme kepada generasi muda. Para anggota Paskibraka, kata dia, telah melalui proses pendidikan dan pelatihan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan baris-berbaris, tetapi juga pembentukan karakter serta pemahaman terhadap ideologi Pancasila dan kehidupan berbangsa.
Ia menekankan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan atau dibacakan saat upacara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus diamalkan sebagai perekat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang dimiliki Indonesia.
Saparudin juga berharap kepengurusan baru PPI Kota Pangkalpinang periode 2026–2031 dapat menjalankan berbagai program pembinaan yang berdampak positif bagi pelajar dan generasi muda. Melalui organisasi tersebut, para anggota diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus menularkan semangat disiplin, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap tanah air.
“Saya berharap seluruh anggota Purna Paskibraka yang hari ini dikukuhkan dapat terus menjaga integritas, disiplin, dan semangat pengabdian yang telah ditanamkan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka. Jadilah teladan bagi generasi muda lainnya di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Saparudin.
Selain itu, ia menegaskan bahwa keberadaan PPI tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial, melainkan harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“PPI harus menjadi organisasi yang aktif, kreatif, dan produktif. Kehadirannya harus dirasakan oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan karakter, sosial kemasyarakatan, serta edukasi kebangsaan yang mampu memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai keberadaan PPI akan semakin penting dalam menghadapi bonus demografi Indonesia. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat, dibutuhkan wadah pembinaan yang mampu mencetak generasi muda berintegritas, berkarakter kuat, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Pemerintah Kota Pangkalpinang pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peran PPI sebagai mitra strategis dalam membentuk calon pemimpin masa depan yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, organisasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan kepedulian sosial yang tinggi. (Wind)













