Pangkalpinang, Suarababelnews.com –
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pelaksanaan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Tenaga Kerja di Ruang Betason (OR) Kota Pangkalpinang, Kamis 10 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2026. Pelatihan difokuskan pada tiga bidang kompetensi, yakni Junior Makeup Artist, Digital Marketing, dan Coffee Roasting.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, dalam laporan penyelenggaraan menyampaikan bahwa program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja agar memiliki kesiapan memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Menurutnya, dari 82 orang yang mendaftar, sebanyak 55 peserta dinyatakan lulus seleksi. Proses seleksi meliputi seleksi administrasi, tes pengetahuan umum, tes secara daring, serta wawancara.
“Peserta yang mengikuti pelatihan ini terdiri dari 20 orang untuk kompetensi Junior Makeup Artist, 20 orang Digital Marketing, dan 15 orang Coffee Roasting,” ujar Amrah.
Pelaksanaan pelatihan melibatkan tiga instruktur bersertifikat dan berlangsung pada 7 hingga 28 Oktober 2026. Kegiatan dilaksanakan di sejumlah lokasi, yakni Lembaga Kursus Astari, LPK Atma Luhur, Fokus Coffee Roastery, serta Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang.
Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, peserta yang memenuhi ketentuan akan mengikuti uji kompetensi yang dijadwalkan pada 3 – 4 November 2026. Sebanyak 36 peserta direncanakan mengikuti uji kompetensi tersebut.
Amrah menambahkan, seluruh kegiatan pelatihan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2026.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mengapresiasi langkah Dinas Tenaga Kerja dalam menyelenggarakan program peningkatan kompetensi bagi masyarakat. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapan tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Pangkalpinang.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada peserta maupun pekerja.

Dalam arahannya, Saparudin mengingatkan para peserta agar mengikuti pelatihan secara serius dan tidak mudah berpindah fokus ke bidang lain sebelum menguasai kompetensi yang sedang dipelajari.
“Jangan mudah berganti-ganti. Kalau memilih kopi, tekuni kopi. Kalau memilih digital marketing, tekuni digital marketing. Kalau memilih tata rias, tekuni tata rias. Harus istiqomah sampai menjadi tenaga yang benar-benar ahli,” pesannya.
Menurut Saparudin, konsistensi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun keahlian. Ia menilai kemampuan yang diperoleh selama pelatihan harus terus dikembangkan melalui praktik dan pembelajaran lanjutan.
Saparudin juga menekankan pentingnya sertifikasi dan standar kompetensi dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja saat ini. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan tenaga yang mampu bekerja secara otodidak, tetapi juga pekerja yang memiliki keterampilan sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan.
“Pelatihan ini hanya langkah awal. Waktu pelatihannya memang terbatas, tetapi setelah itu jangan berhenti belajar. Terus berlatih dan jadikan kemampuan tersebut sebagai keahlian utama, baik untuk bekerja maupun membuka usaha,” katanya.
Lebih lanjut, Saparudin mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang tengah merencanakan pengembangan sejumlah rumah produksi UMKM yang diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan usaha sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Rumah produksi tersebut direncanakan mencakup sejumlah sektor potensial, seperti pengolahan nanas, kopi, dan hasil laut. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh masyarakat melalui pelatihan dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja dan pengembangan sektor usaha di daerah.

Dalam wawancara seusai kegiatan, Saparudin kembali menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menekan angka pengangguran.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah bagaimana kita bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Pangkalpinang. Karena itu, masyarakat kita berikan keterampilan agar memiliki kemampuan untuk masuk ke dunia kerja ataupun berwirausaha,” jelasnya.
Ia menyebutkan, program pelatihan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang serta Kementerian Ketenagakerjaan melalui balai pelatihan.
“Yang mengikuti pelatihan ini ada 55 orang yang sudah melalui proses seleksi. Mereka dilatih dalam tiga jenis profesi, yaitu digital marketing, tata rias, dan coffee roasting,” ujarnya.
Saparudin menambahkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk melanjutkan program pelatihan serupa pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah daerah juga berharap dukungan anggaran untuk program peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat terus ditingkatkan.
“Kita berharap tahun depan anggarannya bisa ditingkatkan sehingga pelatihan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Di akhir kegiatan, Saparudin secara simbolis meresmikan dimulainya Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Tahun Anggaran 2026. Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap program tersebut mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten, mandiri, dan memiliki daya saing di tengah kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. (Wind)













