Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka BelitungPemprov Babel

Ekonomi Babel 2025 Tumbuh Signifikan, Pemerintahan Hidayat Arsani Dorong Kesejahteraan dan Lapangan Kerja

575
×

Ekonomi Babel 2025 Tumbuh Signifikan, Pemerintahan Hidayat Arsani Dorong Kesejahteraan dan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, Suarababelnews.com –

Kinerja perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sepanjang 2025 menunjukkan tren positif di berbagai indikator makro. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Sugeng Arianto, dalam siaran pers yang dirilis pada Kamis 16 April 2026.

Sugeng menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Babel secara kumulatif (c-to-c) mengalami peningkatan signifikan dari 0,77 persen pada 2024 menjadi 4,09 persen pada 2025.

“Peningkatan ini didorong oleh naiknya aktivitas di sektor pertambangan yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat serta mendorong konsumsi rumah tangga,” ujar Sugeng.

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan di Babel tercatat menurun secara bertahap, dari 5,08 persen pada September 2024 menjadi 5,00 persen pada Maret 2025, dan kembali turun menjadi 4,77 persen pada September 2025.

Menurut Sugeng, penurunan angka kemiskinan tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro yang membaik, termasuk pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), serta inflasi yang relatif terkendali.

“Peningkatan bantuan sosial dari pemerintah dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis juga turut menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan,” katanya.

Dari sisi pemerataan ekonomi, Indeks Gini Ratio Babel juga menunjukkan tren penurunan, dari 0,235 pada September 2024 menjadi 0,222 pada Maret 2025, dan kembali turun menjadi 0,214 pada September 2025.

“Ini menunjukkan distribusi pengeluaran masyarakat semakin merata, terutama pada kelompok 40 persen terbawah,” jelasnya.

Sugeng menambahkan, berbagai program perlindungan sosial serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat turut memperluas akses kelompok berpendapatan rendah terhadap sumber daya ekonomi.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan dari 4,63 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,45 persen pada Agustus 2025.

“Penurunan ini didukung oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis yang melibatkan tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk formasi tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan guru, yang turut membuka peluang kerja formal.

Secara keseluruhan, Sugeng menilai capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan ekonomi Babel yang tidak hanya meningkat, tetapi juga semakin inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat. (Wind)